DONGGALA – Bencana banjir akibat cuaca ekstrem melanda empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1/2026). Empat desa terdampak yakni Desa Wani 1, Desa Wani 2, Desa Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Sembiring, mengatakan pihaknya langsung merespons cepat dengan turun ke lapangan bersama Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sulteng, Asbudianto.

“Sampai sore ini kami bersama Pak Kalak sudah langsung ke lapangan. Memang kendala di awal adalah akses dan data cakupan wilayah yang terpisah-pisah,” kata Andi Sembiring.
Ia menjelaskan, pada tahap awal BPBD menurunkan empat personel ke lokasi terdampak. Namun untuk memperkuat penanganan, jumlah personel ditambah pada malam hari.
“Tadi personel awal empat orang, malam ini ditambah. Warga juga masih disibukkan dengan pembersihan material sisa banjir,” ujarnya.
Menurut Andi, pendataan dampak bencana masih terus dilakukan karena kondisi lapangan yang belum sepenuhnya memungkinkan. Meski demikian, BPBD telah mengantongi titik-titik lokasi terdampak, khususnya infrastruktur vital.
“Data memang belum bisa dipercepat sepenuhnya, tapi titik-titiknya sudah kami dapatkan. Ada jembatan yang amblas, terancam, dan yang putus,” jelasnya.
Tercatat empat jembatan terdampak, dengan kondisi beragam mulai dari terancam hingga terputus total. Salah satu yang paling parah adalah jembatan penghubung Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma yang dilaporkan putus akibat tergerus arus sungai.
Dari data sementara BPBD, dampak terparah terjadi di Desa Wani 1, di mana tiga unit rumah hanyut terbawa arus banjir. Sementara di Desa Wani 3, satu unit rumah terdampak. Untuk Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo, kerusakan masih dalam proses pendataan.
“Empat rumah dilaporkan hanyut. Untuk korban jiwa nihil, dan warga saat ini masih mengungsi secara mandiri,” kata Andi.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah memastikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di Donggala, sambil menunggu pembentukan dan penguatan posko oleh BPBD Kabupaten Donggala.
“Posko kami menunggu dari BPBD Donggala, tapi dari provinsi jelas full support,” tegasnya.
Sementara itu, BMKG mencatat banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Analisis cuaca menunjukkan adanya belokan angin dan konvergensi serta anomali suhu muka laut di perairan Sulawesi Tengah yang meningkatkan potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi. (bar)






