back to top
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaDAERAHBPBD Sulteng: Aktivitas Buka Lahan Jadi Pemicu Utama Karhutla

BPBD Sulteng: Aktivitas Buka Lahan Jadi Pemicu Utama Karhutla

PALU — Sepanjang Januari 2026, tercatat sebanyak 22 kejadian bencana di wilayah Sulawesi Tengah.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, mengatakan, dari seluruh kejadian tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana paling dominan. Selain dipicu kondisi cuaca panas dan kering, aktivitas masyarakat membuka lahan dengan cara membakar ternyata faktor utama penyebab kebakaran.

Menurutnya, terjadinya kebakaran hutan dan lahan baru baru ini di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong juga akibat pembukaan lahan.

Kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Api diduga berasal dari aktivitas pembersihan kebun kelapa dan pembakaran semak kering. Kondisi lahan yang sangat kering menyebabkan api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Karhutla masih menjadi ancaman serius, terutama saat cuaca panas. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Ir. Asbudianto, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1.055 km², meliputi sejumlah perkebunan warga, antara lain kebun durian, cokelat, kelapa, cengkeh, dan pala. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, hasil analisis cuaca menunjukkan tidak adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan. Tidak terdeteksinya tutupan awan serta ketiadaan gangguan gelombang ekuator tropis turut meningkatkan paparan sinar matahari dan memperparah kondisi kekeringan lahan.

Sebagai langkah antisipasi, peringatan dini cuaca telah dikeluarkan oleh MEWS Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu pada 2 Februari 2026 pukul 09.20 hingga 11.30 WITA, dan telah disebarluaskan kepada BPBD, TNI-Polri, BMKG, serta forum kebencanaan di Sulawesi Tengah.

BPBD bersama BMKG mengimbau seluruh stakeholder dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama di wilayah rawan bencana.

Masyarakat juga diminta untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar. (bar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Kejati Sulteng Dinilai Diskriminatif

0
Tersangka Asam Urat Ditangguhkan, Pasien Jantung Tak Diizinkan Berobat PALU - Diskriminasi oleh aparat Kejaksaan Sulawesi Tengah dalam memberikan penangguhan penahanan kini menjadi sorotan dalam...

TERPOPULER >