PALU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet petanque Sulawesi Tengah. Heriyanto, atlet petanque asal Kabupaten Banggai yang memperkuat nama Kabuoaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, sukses meraih medali perak nomor dobel open putra pada kejuaraan internasional Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Cup 2026.
Bersama pasangannya Ahmad, Heriyanto tampil mantap menghadapi atlet-atlet tangguh dari berbagai provinsi di Indonesia hingga peserta mancanegara asal Thailand. Atlet yang sebelumnya telah menyumbangkan medali emas bagi Sulawesi Tengah pada ajang PON 2024 Aceh-Sumut tersebut menunjukkan konsistensi performa di level internasional.
Pada babak 16 besar, Heriyanto/Ahmad berhasil menumbangkan pasangan asal Thailand dengan skor meyakinkan 11–4. Kemenangan tersebut mengantarkan mereka melaju ke babak 8 besar hingga akhirnya menembus partai final.
Namun, pada laga puncak, Heriyanto dan Ahmad harus mengakui keunggulan pasangan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur, dan puas membawa pulang medali perak. Meski demikian, capaian ini menjadi catatan penting dalam rangka road to PON 2028 bagi Heriyanto.
“Terima kasih kepada Dandim 1305 BT, Danrem 132 Tadulako, dan Pangdam XXIII/ Palaka Wira. Juga terima kasih kepada Ketua FOPI Banggai, Ketua FOPI Provinsi, dan Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah,” ujar Pratu Heriyanto, prajurit Kodim 1305/Banggai, usai pertandingan.
Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Banggai, Dr. Muhammad Salahudin, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih para atletnya. Menurutnya, hasil di UNG Cup 2026 semakin menegaskan kualitas petanque Banggai di level nasional dan internasional.
“Ini bukan yang pertama. Sebelumnya atlet Banggai juga menyumbangkan medali perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand dan beberapa event lainnya. Hasil di UNG Cup ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik,” ujarnya kepada media ini, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, para atlet diharapkan tidak cepat berpuas diri. Turnamen internasional tersebut menjadi bagian dari try out dan evaluasi jelang menghadapi Porprov X Sulawesi Tengah 2026 yang akan digelar di Morowali.
Prestasi tersebut diraih di tengah keterbatasan fasilitas. Hingga saat ini, olahraga petanque di Kabupaten Banggai belum memiliki lapangan khusus. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk terus berprestasi.
“Keterbatasan bukan penghalang. Atlet-atlet Banggai terus membuktikan diri mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
Hal senada disampaikan Ketua FOPI Sulawesi Tengah, Humaedi, yang berharap ke depan fasilitas olahraga petanque, baik di Kabupaten Banggai maupun kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah, dapat dibenahi dan disediakan, termasuk pembangunan lapangan petanque di Kota Palu. (bar)






