Bantu Masyarakat, Bersihkan Aliran Sungai Dari Material Banjir
BANGGAI, – Perusahaan PT. Balantak Sirtu Utama (BSU) sebuah perusahaan galian C diwilayah Desa Batu Mandi Kec. Balantak Utara, pasca banjir yang terjadi Jum’at (27/3) dan Rabu (1/4), telah melakukan inisiatif dengan aksi cepat turun tangan membantu dengan mengerahkan 2 unit alat berat excavator guna mempercepat pemulihan dengan mengeruk sungai akibat terjadinya pendangkalan, dan membersihkan aliran sungai dari material banjir.
Fakta dilapangan, posisi geografis lokasi PT. BSU dilokasi Desa Batu Mandi, dibatasi oleh bentang alam (gunung-Red) dan berada pada area tangkapan air yang berlawanan arah dengan jalur aliran sungai dengan jarak sekitar 4 KM dari pemukiman warga, yakni posisi sungai berada disebelah barat, dan PT. BSU berada di sebelah Timur bagian pantai, sehingga secara hidrologi sangat tidak berdampak terhadap peristiwa banjir yang terjadi dilokasi tersebut.
Pantauan Radar Sulteng dilokasi Desa Batu Mandi Kec. Balantak, bahwa saat ini telah dilakukan pengerukan dan pembersihan sungai pasca banjir oleh PT. BSU sejak tanggal 28 Maret (sudah 7 hari). Berdasarkan data pemerintah desa, peristiwa meluapnya air sungai mengakibatkan sekitar 33 KK warga Desa Batu mandi terendam banjir.
Sebenarnya, tanggungjawab utama, berdasarkan regulasi yang ada, bahwa pengelolaan sungai termasuk pengerukan sedimen dan normalisasi pasca banjir merupakan kewenangan Pemerintah, baik Pusat, Pemprop dan Pemkab/Pemkot, yang sering didelegasikan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Sementara fungsi utama, ada pada Pemda (melalui Dinas PUPR/BPBD) yang harus bertanggung jawab atas pemeliharaan berkala sungai untuk mengurangi risiko banjir disemua wilayah.
Meskipun ada peran Pemda, namun kehadiran PT BSU didorong untuk berkolaborasi dan berinisiatif atau pro aktif sebagai bagian dari taggap darurat dan pemulihan, yang merupakan salah satu tahap dalam siklus manajemen bencana. Secara legalitas, hal ini diisyaratkan dalam peraturan perundang-undangan tentang penanggulan bencana dan mendasari peran serta masyarakat Desa Batu Mandi bersama PT BSU.
Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat desa dan Ketua BPD Desa Batu Mandi yang ditemui Radar Sulteng dilokasi menegaskan bahwa aksi gerak cepat dan tindakan nyata PT BSU tersebut merupakan bentuk dan perannya dalam membantu masyarakat. Namun, hal tersebut tidak menghilangkan bentuk tanggungjawab dan kewajiban utama Pemda Banggai dan Pemprop Sulteng untuk melakukan pengelolaan dan pemeliharaan sungai secara rutin sebagai bentuk pelayanan publik.

“Intinya peran PT BSU ini sangat beralasan, karena hal ini disebabkan selain PT. BSU berada diwilayah Desa Batu Mandi, Pemda seringkali memiliki keterbatasan dari sisi alat berat atau anggaran yang tersedia sehingga bantuan pihak swasta (PT BSU-Red) sangat krusial dalam situasi darurat, setidaknya telah meringankan beban Pemda dan membantu kebutuhan masyarakat, sebagai upaya untuk mengurangi resiko, dimana pengerukan dan pembersihan sungai bertujuan agar sungai kembali berfungsi normal, mengurangi risiko dampak dari banjir susulan,” tandas Ketua BPD, Simeon Bintang.
Selain itu, mereka juga menilai bahwa partisipasi dan inisiatif PT. BSU sangat dibutuhkan dan diharapkan masyarakat dalam mengatasi pasca banjir karena keterbatasan sumber daya Pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir secara cepat. Sehingga PT BSU berperan penting dalam mempercepat pemulihan aliran sungai dan lingkungan masyarakat.
“Partispasi PT BSU dalam pengerahan alat berat guna penanganan pembersihan aliran sungai sangat dibutuhkan warga, terutama mempercepat pemulihan pasca banjir tanpa harus menunggu respons Pemda yang terkadang terhambat sistem birokrasi. Sektor swasta (PT BSU) memiliki fleksibilitas dan sumber daya finansial.” ujar aparat desa Batu Mandi, Frengki Tinundong.
Inisiatif PT BSU ini serungkali lebih efektif dan efisien karena memiliki sumberdaya langsung dilapangan, sehingga menjadikan PT BSU dalam keberadannya, dalam siklus penanggulangan bencana secara umum diwilayah Kec. Balantak Utara.
“Partisipasi PT. BSU dalam penanganan pasca banjir dengan menurunkan alat berat atas inisiatif sendiri menjadi batu sandungan masyarakat khususnya di Desa Mandi, dalam mempercepat pemulihan aliran sungai tanpa bergantung pada respon Pemda yang seringklai terkesan lambat dalam penanganan. Kolaborasi PT BSU dan masyarakat ini merupakan bentuk nyata tanggungjawab sosial perusahaan dalam menghadapi dampak bencana banjir,” pinta Imam Desa Batu Mandi, Hasrudin Polimengo. (MT)






