Palu – Sebanyak 18 negara dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Internasional Paragliding Cross Country (IPXC) 1st Series – Salena 2026 yang akan digelar di Salena, Kota Palu, pada 24–30 April 2026 mendatang.
Kejuaraan paralayang kali ini berada di site paralayang Salena yang masuk dalam kawasan adat Nggolo. Event bergengsi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Ketua Umum Paralayang Pusat Indonesia, Asgaf Umar, S.Pd., M.Pd, yang juga menjabat Sekretaris Umum FASI Sulawesi Tengah, mengatakan antusiasme peserta internasional terhadap kejuaraan ini sangat tinggi.
Mengutip laman resmi kejuaraan internasional FAI di civlcomps.org, hingga saat ini tercatat 85 pilot telah terdaftar dari 18 negara, dengan kuota maksimal 110 pilot.
Kejuaraan yang masuk kalender resmi Federation Aeronautique Internationale (FAI) tersebut akan mempertandingkan tiga nomor perlombaan yakni: PG XC Overall, PG XC Women, dan PG XC Sport Class.
Menurut Asgaf, Salena dipilih sebagai lokasi kejuaraan karena memiliki karakteristik alam yang sangat mendukung untuk olahraga paralayang lintas alam, sekaligus panorama yang menjadi daya tarik tersendiri bagi atlet mancanegara.
Salah satu daya tarik Salena bagi para paraglider dunia ialah landscape lima dimensi Kota Palu, termasuk laut dan gunung yang jarang dimiliki spot landing negara luar.
Keberadaan lokasi paralayang dapat di wilayah adat nggolo bisa menjadi kemasan yang menarik antara kegiatan olahraga dan budaya setempat. “Event ini juga mendapat dukungan penuh dari Masyarakat Adat Nggolo, yang turut berperan dalam menjaga dan mendukung kelancaran pelaksanaan kejuaraan,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, panitia terus melakukan berbagai pembenahan fasilitas pendukung. Bantaya Salena saat ini sedang direhabilitasi untuk menjamu para atlet dan ofisial agar merasa nyaman selama berada di Palu.
“Selain Bantaya, kami juga mempersiapkan sarana pendukung lainnya seperti aksesibilitas, kamar mandi, dan fasilitas umum lainnya,” tambah Asgaf.
Ia berharap, kejuaraan internasional ini tidak hanya sukses dari sisi prestasi dan penyelenggaraan, tetapi juga mampu mendorong promosi pariwisata serta memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Sulawesi Tengah ke mata dunia. (bar)






