back to top
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaDAERAHBPBD Parimo siap Siaga Kahutla

BPBD Parimo siap Siaga Kahutla

PALU – Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) akhir-akhir ini marak terjadi di wilayah kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Peristiwa ini bermula dari tanggal satu hingga 30 Januari yang telah tercatat terjadi sebanyak 15 kasus. Pada tanggal satu Februari kemarin terjadi sebanyak lima kasus Kahutla, dan kembali bertambah dua kasus pada (2/2).

Salah satu kasus yang terjadi yakni kebakaran di daerah Gunung Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Menurut penuturan Rivai, ST., M.Si.i, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, hingga saat ini apinya belum juga padam.

Menurut prakiraan BMKG, dari tanggal satu hingga 10 Februari potensi kebakaran kemungkinan akan terus berlanjut hingga akhir Februari kabupaten Parimo masih diprakirakan berada pada musim kemarau.

“Kami akan terus melakukan siaga darurat untuk potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujar Rivai saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Rivai menyampaikan bahwa garda terdepan dalam penanganan kebakaran Kahutla adalah Damkar dan BPBD dengan jumlah keseluruhan 14 orang. Sehingga jika digabungkan dengan TNI, Polri, serta masyarakat, tentunya akan cukup membantu proses pemadaman jika terjadi Kahutla.

Terkait kendala di lapangan, kepala Plt Pelaksana BPBD Parimo menjelaskan bahwa kebakaran di atas gunung menjadi salah satu kendala, hal ini terjadi akibat akses jalan yang sulit dijangkau oleh Damkar dan tim BPBD lainnya.

“Selama ini kalau untuk dilahan-lahan sekitar pemukiman, hampir semua bisa ditangani sampai selesai oleh damkar, BPBD dengan bantuan TNI Polri. Cuman yang sulit itu seperti di Avolua yang dari kemarin belum padam dan ditambah hari ini dengan kondisi angin sehingga tambah menyala lagi apinya,” tambahnya.

Menurutnya, dari segi sumber daya manusia (SDM) tidak terlalu menjadi permasalahan hanya saja kondisi jalan, keadaan lapangan, serta peralatan pemadam yang perlu diperhatikan. Jumlah mobil Damkar di dalam kota berjumlah empat unit yang berada di beberapa titik seperti Toboli dan Moutong. Ia juga menyampaikan perlu adanya alat manual untuk pemadaman yang dapat dibawa dengan mudah.

Prioritas utama penjagaan BPBD memfokuskan pada area pemukiman dan terus melakukan penggalian api agar tidak sampai masuk ke dalam pemukiman warga dengan menggunakan alat pemadam yang ada.

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sulawesi Tengah juga telah dilakukan untuk permintaan pengadaan alat-alat pemadam kebakaran, atau setidaknya sebagian bentuk kesiagaan seperti Triseda yang dapat menjangkau area yang mudah dijangkau.

“Cuaca sekarang ini masih musim kemarau dan angin kencang ini dikabupaten kami,” pungkasnya.(Zar)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Diisukan PAW, Safri Ketua Fraksi PKB Sulteng

0
PALU - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2031. Risharyudi Triwibowo  selaku Bupati Buol dipercaya sebagai...

TERPOPULER >