back to top
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaPALUInflasi Kota Palu Januari 2026 Capai 0,24 Persen

Inflasi Kota Palu Januari 2026 Capai 0,24 Persen

PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu mencatat inflasi sebesar 0,24 persen pada Januari 2026 secara bulanan atau month to month (mtm). Kenaikan ini dipicu terutama oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan komoditas dominan berupa emas perhiasan dan sejumlah hasil laut.

Pranata Komputer Ahli Madya BPS Kota Palu, Muhammad Fauzan Akbar, menyampaikan hal tersebut saat memaparkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026, Senin (2/2/2026).

“Pada Januari 2026, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan. Ini menunjukkan adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen dibandingkan Desember 2025,” ujar Fauzan.

Secara tahunan (year on year), inflasi Kota Palu tercatat sebesar 4,35 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date) berada di angka 0,24 persen. Menurut Fauzan, inflasi bulanan Januari 2026 relatif lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan laju inflasi 1,71 persen dan andil inflasi 0,16 persen.

“Komoditas utama penyumbang inflasi Januari 2026 antara lain emas perhiasan, ikan selar, ikan cakalang, ikan ekor kuning, serta cumi-cumi,” jelas Fauzan.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi. Cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, serta angkutan udara tercatat memberikan andil deflasi.

BPS mencatat, dari 379 komoditas yang dipantau dalam IHK Kota Palu, sebanyak 76 komoditas mengalami kenaikan harga, dengan sekitar 69,7 persen di antaranya merupakan komoditas pangan. Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga berjumlah 66 komoditas, di mana 59,09 persen juga berasal dari kelompok pangan.

Secara tahunan, inflasi terbesar terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan inflasi 11,43 persen dan andil 1,87 persen terhadap inflasi umum.

“Tarif listrik menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar, disusul emas perhiasan dan bahan bakar rumah tangga,” kata Fauzan.

Untuk wilayah Sulawesi Tengah, inflasi Januari 2026 secara bulanan tercatat 0,01 persen, dengan inflasi tahunan mencapai 4,55 persen. Secara nasional, Indonesia justru mengalami deflasi 0,15 persen pada Januari 2026, meski inflasi tahunan tetap berada di angka 3,55 persen.

BPS juga mencatat perbedaan kondisi antar daerah di Sulawesi Tengah. Kota Palu dan Kota Luwuk mengalami inflasi masing-masing 0,24 persen dan 0,07 persen secara bulanan. Sebaliknya, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tolitoli mengalami deflasi, dengan Tolitoli mencatat deflasi terdalam sebesar minus 0,85 persen.

Meski demikian, secara tahunan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah masih berada dalam tren inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,54 persen, dan terendah di Kabupaten Morowali sebesar 2,63 persen. (NAS)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Diisukan PAW, Safri Ketua Fraksi PKB Sulteng

0
PALU - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2031. Risharyudi Triwibowo  selaku Bupati Buol dipercaya sebagai...

TERPOPULER >