DPRD kota Palu Sebut Anggaran Patung kuda Tak Masuk Akal
PALU – Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurahim Nasar Al-Amri, mempertanyakan kewajaran anggaran patung kuda Lasoso yang nilainya mencapai Rp5 miliar.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu yang akrab disapa Wim ini, mengungkapkan bahwa persoalan anggaran patung kuda tersebut pernah ia pertanyakan langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palu.
Namun, saat itu pihak PUPR beralasan bahwa patung tersebut merupakan karya seni yang tidak bisa dinilai secara rinci.
“Alasannya itu seni yang tidak bisa dinilai. Tapi saya mempertanyakan, patung itu pasti ada besinya, ada semennya, ada materialnya, dan itu semua bisa dihitung,” ujar Wim.

Wim mengatakan ketika persoalan kewajaran anggaran patung itu mencuat akhir-akir ini, maka Wim menegaskan, sebagai anggota DPRD yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, dirinya berkewajiban mempertanyakan transparansi dan rasionalitas penggunaan anggaran daerah.
Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan patung kuda Lasoso dikerjakan pada tahun 2024 oleh PT Jamindo Balimonak Grup, dengan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk dua patung kuda, yang menurutnya tidak masuk akal.
“Anggaran sebesar itu untuk dua patung kuda saya nilai tidak wajar,” tegas Wim, yang saat ini sedang berada di Jakarta.
Selain patung kuda, Wim mengungkapkan bahwa total anggaran pekerjaan Taman Lasoso beserta patung kudanya mencapai Rp10 miliar.
Menanggapi berbagai pertanyaan dan tanggapan miring masyarakat terkait proyek tersebut, Wim memastikan DPRD Kota Palu akan memanggil pihak-pihak terkait.
“DPRD Kota Palu akan memanggil Dinas PUPR dan pelaksana proyek terkait kejanggalan proyek ini setelah saya pulang dari Jakarta. Tunggu saja,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kota Palu yang bertanggung jawab atas proyek tersebut belum memberikan klarifikasi.
Kepala Dinas PUPR Kota Palu, Ismayadin, dan Kepala Bidang Bina Konstruksi, Yusdarmin, terpantau kompak memilih tutup mulut meski telah dikonfirmasi berulang kali terkait polemik anggaran patung kuda Lasoso. (BAR/NAS)






