back to top
Selasa, 20 Januari 2026
BerandaDAERAHMobil Dinas Mewah vs Ambulans Nihil

Mobil Dinas Mewah vs Ambulans Nihil

Bupati Touna Bungkam Soal Viral Jenazah Dievakuasi Pakai Motor

TOUNA – Sebuah unggahan yang memperlihatkan evakuasi jenazah menggunakan sepeda motor viral di media sosial. Peristiwa ini memicu kritik tajam dari masyarakat terhadap prioritas penganggaran Pemerintah Daerah dan DPRD Tojo Una-Una (Touna).

Berdasarkan penelusuran di media sosial Facebook melalui akun Wiwi R Kasim yang diunggah kembali oleh akun Ewhyn pada 14 Januari 2026, diketahui peristiwa tersebut menimpa seorang warga desa Uematopa. Warga yang sedang sakit tersebut awalnya dibawa ke Puskesmas Bulan Jaya. Namun, setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah terpaksa dibawa pulang ke Dusun Pariah menggunakan sepeda motor karena tidak adanya layanan mobil ambulans di puskesmas tersebut.

Kondisi ini memicu gelombang empati sekaligus kecaman dari netizen yang menilai pemerintah daerah tidak peka terhadap kebutuhan dasar rakyat. Pemilik akun Ewhyn, dalam unggahannya, melontarkan kritik satir terkait prioritas pengadaan kendaraan dinas dibandingkan fasilitas kesehatan.

Dalam kolom komentar, Ewhyn menuliskan:

“Sudah resiko jadi rakyat hari ini. Dan belum terlalu darurat situasi rakyat hari ini apalagi untuk pengadaan mobil ambulance itu belum penting, yang paling urgent, dan paling darurat itu pengadaan mobil Dinas Bupati DN 1 L merek hyundai harga 1,3 Miliar, Fortuner 700 juta, Inova 400san juta hanya hitung waktu langsung simsalabim.”

Saat dihubungi Radar sulteng, Ewhyn menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk keprihatinan mendalam atas kebijakan pemerintah yang lebih mendahulukan mobil dinas mewah bagi pejabat dibandingkan pengadaan ambulans yang sangat urgen bagi masyarakat.

Menanggapi polemik ini, Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar Sulaiman, SE, mengaku baru mengetahui adanya peristiwa evakuasi jenazah menggunakan motor tersebut. Ia menyatakan akan segera memanggil pihak-pihak terkait.

“Akan mengundang Hearing Kadis Kesehatan, Camat, serta Kepala Puskesmas Dataran Bulan,” ujar Gusnar saat dikonfirmasi.

Mengenai minimnya fasilitas kesehatan, Gusnar menjelaskan bahwa pengadaan mobil ambulans memang belum masuk dalam anggaran tahun ini karena alasan efisiensi. Namun, saat disinggung mengapa pengadaan mobil dinas Bupati senilai Rp1,3 miliar tetap berjalan di tengah efisiensi tersebut, ia memberikan pembelaan.

Gusnar menjelaskan bahwa pengadaan mobil dinas Bupati sudah sesuai aturan mengenai kapasitas mesin Jeep/SUV maksimal 3200 cc. Meski demikian, ia berjanji akan memberikan saran kepada pihak eksekutif untuk memperbaiki layanan di daerah terpencil.

“Terhadap pelayanan kesehatan untuk daerah terpencil, DPRD akan sarankan ke eksekutif harus diadakan mobil yang double gardan supaya bisa dipakai di daerah yang jalan rusak dan belum diaspal,” tutup Gusnar.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepemimpinan daerah untuk mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar visi-misi yang dijanjikan saat kampanye benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor kesehatan. (IJL)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Negara Dinilai “KALAH” Oleh “KEKUASAAN” Bupati Banggai

0
Putusan Hukum Yang Sudah Inkracht Tidak Dijalankan BANGGAI — Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) terhadap Bupati Banggai, Amirudin...

TERPOPULER >