PALU – Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan rapat bersama Dinas komunikasi dan informasi (Kominfo), Biro hukum dan Biro Pembangunan dan komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) serta Komisi Informasi (KI) di gedung DPRD provinsi Sulteng pada (14/1).
Pembahasan pada rapat tersebut menyangkut peran KPID dan KI kedepannya terhadap perkembangan Sulteng dalam bidang penyiaran dan informasi terlebih dengan adanya efisiensi dana yang mana Bartholomeus tandigala ketua komisi 1 yang memimpin rapat mengharapkan dengan adanya efisiensi dana semua pihak dapat memahami hal tersebut mengingat hal serupa tidak hanya terjadi di Sulteng namun terjadi di seluruh daerah di Indonesia.
Perihal efisiensi yang berdampak pada pengurangan honorarium KPID dan KI komisi satu telah memberikan penjelasan dari dinas Kominfo, biro Pembangunan dan biro hukum bahwa mereka melakukan upayah untuk bisa menaikkan kembali honorarium tersebut.
“Kembali lagi teman-teman KPID dan KI juga untuk bisa memahami kondisi ini, kami dari komisi 1 tentu layak bertanya kenapa bisa seperti itu tapi kembali lagi bahwa ini dampak daripada adanya efisiensi anggaran dan sudah kami buatkan upayah-upayah telaan oleh dinas Kominfo dan sudah diajukan ke pak gubernur agar ada peninjauan kembali,” ujarnya saat ditemui langsung di kantor DPRD Sulteng usai rapat berlangsung.
Ia juga menjelaskan akan mengupayakan perubahan anggaran dapat diakomodir. Namun tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Ia mengatakan bahwa pengurangan honorarium baru terjadi pada awal 2026 sehingga masih ada kesempatan untuk memperbaiki.
“Kami tadi sengaja mengundang dari dinas Kominfo dan biro Pembangunan dan biro hukum untuk menjelaskan kepada kami di komisi 1 bagaimana, adakah upayah yang bisa dilakukan ternyata ada, cuman sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.
Bartholomeus juga menegaskan bahwa rapat dengar pendapat kali ini merupakan inisiasi dari komisi 1 sebagai bentuk komitmen mereka untuk terus mendukung pengembangan pada bidang penyiaran dan informasi Sulteng. (Zar)






