PALU – Ruangguru kembali menggelar Try Out Akbar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang diikuti ratusan siswa kelas XII di Sulawesi Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Minggu (10/1/2026), sekaligus menandai tahun ketiga pelaksanaan try out akbar sejak 2024.
Regional Manager Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat Brain Academy Center Ruangguru, Irvan, mengatakan try out akbar digelar serentak di sejumlah daerah. Kota Palu dan Toli-Toli menjadi lokasi pelaksanaan hari ini, disusul Parigi Moutong pada esok hari, serta Luwuk Banggai pada pekan depan.
“Try out akbar ini sudah kami laksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan SNBT 2026 dan menjangkau beberapa titik di Sulawesi Tengah,” ujar Irvan.
Ia menyebutkan, lebih dari 300 siswa sekolah menengah atas mengikuti try out tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa terkait pelaksanaan UTBK, mulai dari suasana ujian, tipe soal, hingga sistem penilaian.
“Kami ingin siswa merasakan langsung atmosfer mengerjakan soal bersama ratusan peserta lain, dengan waktu dan sistem penilaian yang sama seperti UTBK. Penilaiannya menggunakan sistem IRT atau Item Response Theory, dan hasilnya bisa langsung dilihat oleh siswa,” jelasnya.
Irvan menambahkan, hasil try out dapat menjadi acuan bagi siswa dalam mengukur peluang masuk ke jurusan dan perguruan tinggi negeri yang diinginkan, seperti Universitas Tadulako, Universitas Hasanuddin, hingga Universitas Indonesia.
“Dari hasil tersebut, siswa bisa memetakan sejauh mana kesiapan mereka saat ini dan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk mengejar jurusan yang mereka incar,” katanya.
Berkaca pada pelaksanaan dua tahun sebelumnya, Irvan mengungkapkan banyak peserta menilai tingkat kesulitan soal Try Out Akbar Ruangguru justru lebih tinggi dibandingkan soal UTBK yang mereka hadapi.
“Peserta tahun-tahun sebelumnya menyampaikan bahwa soal try out Ruangguru terasa lebih sulit. Saat menghadapi UTBK yang sebenarnya, mereka justru merasa lebih ringan karena sudah terbiasa,” ungkap Irvan.
Terkait peserta yang nilainya belum memenuhi ambang batas jurusan tertentu, Irvan menegaskan Ruangguru menyediakan pendampingan berkelanjutan, khususnya bagi siswa yang mengikuti program bimbingan belajar.
“Setiap try out selalu ada evaluasi dan konsultasi, baik dengan siswa maupun orang tua. Kami membantu memetakan peluang serta merekomendasikan kampus dan jurusan terbaik yang sesuai dengan kemampuan siswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi dilakukan secara berkala seiring perkembangan nilai peserta.
“Kalau nilainya meningkat dan mendekati target jurusan, kami akan sampaikan peluangnya. Kami tidak lepas tangan,” tambah Irvan.
Sementara itu, Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Zulfikar, juga menyampaikan apresiasi dalam sambutannya terhadap penyelenggaraan Try Out Akbar Ruangguru yang dinilai relevan dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Persaingan SNBT sangat ketat, terutama bagi siswa di Sulawesi Tengah yang harus bersaing dengan siswa dari Jawa dengan jumlah dan kualitas yang besar. Try out ini bisa menjadi motivasi agar siswa berani mengejar nilai setinggi-tingginya,” kata Zulfikar.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait metode pembelajaran dan strategi persiapan menghadapi UTBK oleh University Preparation Excellence Academic & Operation Manager Ruangguru HQ, M. Ali Fikri. (NAS)






