Kabar68.PARIMO – Sejumlah proyek pembangunan fasilitas kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terancam molor dan diprediksi bakal menyeberang tahun. Salah satunya adalah pembangunan gedung Puskesmas di Kecamatan Torue dengan anggaran sebesar Rp7 miliar lebih yang dikerjakan oleh CV. Jelajah Sulteng.
Berdasarkan pantauan media ini Minggu (2/11), kondisi bangunan tidak sesuai dengan harapan. Mestinya di awal bulan ini, progres pekerjaan tersebut sudah harus mencapai 70 persen karena batas berakhirnya kontrak pada 14 Desember 2025 mendatang.
Ditemui di lokasi, pihak kontraktor pelaksana beralasan keterlambatan progres pembangunan pada saat mengerjakan bagian lantai dua bangunan tersebut. “Pekerjaan yang paling berat kemarin pengecoran lantai dua,” ujar Iping, kontraktor dari CV. Jelajah Sulteng.
Namun, pihaknya mengaku akan menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan waktu yang diberikan dengan menambah jumlah pekerja. “Kami akui memang kekurangan personel (pekerja),” kata dia.
Selain terkendala personel, Iping beralasan bahwa keterlambatan pekerjaan gedung Puskesmas ini juga disebabkan karena kondisi keuangan. “Kalau lancar-lancar kemungkinan progresnya melebihi ini,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, dua proyek yang melekat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo tersebut belum menunjukkan progres. Kondisi fisik pembangunan Puskesmas Torue hampir sama dengan proyek Labkesmas dengan anggaran sebesar Rp13 miliar lebih. Bahkan Komisi IV DPRD telah memanggil seluruh pihak terkait. (wan)






