back to top
Rabu, 28 Oktober 2026
BerandaDAERAHSeperempat Abad Radar Sulteng

Seperempat Abad Radar Sulteng

Merawat Ingatan, Menavigasi Perubahan

DUA PULUH LIMA TAHUN bukan sekadar rentang waktu perjalanan sebuah surat kabar. Ia merekam perjalanan sebuah daerah yang sedang bertumbuh dan masyarakat yang menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah di dalamnya.

Harian Radar Sulteng seperempat abad adalah lembaran-lembaran sejarah yang mencatat jejak pembangunan, demokrasi lokal, luka kemanusiaan, dan beragam inisiatif warga yang senantiasa merajut asa bersama di setiap lembarnya.

Radar Sulteng terbit perdana pada 28 Oktober 2001, di masa keemasan media. SIUPP dihapus. Daerah berotonomi. Urusan pemerintahan terdesentralisasi. Media lokal kemudian menjadi salah satu aktor kunci di setiap daerah.

Dalam masa itu, kami belajar mengelola media secara profesional. Menyinergikan antara fungsi kontrol dan entitas bisnis. Radar Sulteng menyaksikan masyarakat dan daerah ini tumbuh, generasi berganti, sampai akhirnya teknologi mengubah cara manusia berhubungan dengan informasi.

Usia dua puluh lima tahun bukan hanya soal bertahan melewati waktu. Momentum ulang tahun ini merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi makna perjalanan yang telah dilalui dan memproyeksikan masa depan yang semakin sulit diprediksi.

Kami bertanya tentang arti kehadiran Radar Sulteng bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Sebab, jika Radar Sulteng menuliskan berbagai peristiwa tentang Sulawesi Tengah, pada saat yang sama Sulawesi Tengah sesungguhnya juga sedang menuliskan sejarahnya melalui perjalanan koran ini.

Radar Sulteng hadir ketika otonomi daerah bergulir dan kebutuhan terhadap informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat semakin besar. Warga ingin mengetahui bagaimana kebijakan lokal direncanakan dan dijalankan. Di tengah perubahan itulah Radar Sulteng menemukan ruang pengabdian sekaligus peluang pertumbuhannya.

***

Sejarah sebuah daerah selalu penuh warna. Ada masa ketika kehidupan masyarakat diuji oleh konflik. Bagi Sulawesi Tengah, salah satu babak paling berat itu adalah kerusuhan dan konflik komunal di Poso. Konflik yang kemudian meninggalkan persoalan panjang, termasuk munculnya kasus-kasus kekerasan dan terorisme.

Selama peristiwa itu berlangsung, Radar Sulteng dalam situasi yang tidak sederhana. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan informasi untuk memahami apa yang sedang terjadi. Di sisi lain, pemberitaan mengenai konflik memerlukan kehati-hatian dan kebijaksanaan.

Pada 28 September 2018, gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi melanda Palu, Sigi, dan Donggala. Kehancuran terjadi dalam waktu singkat. Bencana ini dalam sekejap mengubah kehidupan ribuan orang.

Di tengah situasi sulit itulah Radar Sulteng tetap berupaya hadir menyapa pembaca di tenda-tenda pengungsian. Kehadiran itu adalah penanda, masih ada ikhtiar untuk menjaga kesinambungan kehidupan bersama.

***

Sulawesi Tengah bukan hanya kisah tentang konflik dan bencana. Dalam seperempat abad terakhir, daerah ini juga mengalami berbagai perubahan dalam kehidupan ekonomi, pembangunan infrastruktur, aktivitas usaha, pendidikan, dan pelayanan publik.

Radar Sulteng turut merekam kisah mengenai prestasi anak-anak daerah di bidang pendidikan, atlet-atlet daerah di bidang olahraga, keberhasilan pelaku usaha, kegiatan kebudayaan, hingga perkembangan pariwisata. Suatu masa Radar Sulteng memfasilitasi pelajar-pelajar terbaik dari daerah ini melakukan kunjungan ke Selandia Baru selama dua tahun berturut-turut.

Langkah Radar Sulteng tidak berhenti pada fungsi informasi. Di waktu lain, kami menghadirkan program Pemilihan Guru Favorit sebagai bentuk apresiasi bagi para guru berprestasi dan inspiratif. Kami tidak sebatas merekam prestasi dan mengkritik permasalahan pendidikan. Kami turun tangan dan menjadi bagian dari solusi.

Dalam perjalanannya, Radar Sulteng telah bertransformasi dari sekadar fungsi informasi menjadi mediator publik. Lewat rubrik Dompet Peduli, kami memberikan kesempatan bagi pembaca, relasi, dan mitra untuk berbagi dan membantu sesama. Baik saat sebuah daerah mengalami bencana atau ketika seseorang yang tidak mampu membutuhkan biaya medis yang besar untuk pengobatan/operasi.

Tentu Radar Sulteng tidak melupakan peran kritis pers. Kami aktif dalam memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik. Di kantor-kantor pemerintah kami menempatkan wartawan untuk mengabarkan apa yang dicapai sekaligus mengkritisi apa yang berpotensi menyimpang. Termasuk menempatkan liputan di pengadilan untuk memastikan penegakan hukum berjalan fair.

Kadang-kadang sikap kritis itu harus kami bayar dengan harga mahal. Beberapa kali kantor kami didatangi massa, diancam lewat telepon, hingga diberondong dengan peluru. Termasuk wartawan kami yang menghadapi ancaman dan mengalami kekerasan saat melakukan peliputan. Itulah konsekuensi atas pilihan kami memilih dunia jurnalistik sebagai jalan hidup.

Radar Sulteng memfasilitasi para penulis dan akademisi menyampaikan gagasan mereka dalam rubrik Opini. Rubrik ini merupakan ruang yang ikut membentuk percakapan publik tentang berbagai isu. Pada halaman yang sama, kami menawarkan pandangan redaksi dan sikap Radar Sulteng sebagai media atas sebuah isu lewat kolom Tajuk.

Tulisan singkat ini memiliki keterbatasan untuk merangkum perjalanan seperempat abad. Sebab Radar Sulteng bukan hanya sejarah sebuah merek perusahaan penerbitan tapi sejarah tentang orang-orang yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, keterampilan, dan waktunya untuk menjaga keberlangsungan penerbitan. Baik ketika Radar Sulteng memimpin pasar penjualan koran dan iklan di Sulawesi Tengah maupun ketika media konvensional memasuki masa senjakala.

Kami sepenuhnya sadar tidak mungkin mengembalikan seluruh keadaan seperti masa lalu. Yang lebih penting adalah menanyakan apa yang masih dapat dikerjakannya bagi masyarakat Sulawesi Tengah pada tahun-tahun mendatang.

Bagi pendiri Radar Sulteng, H Kamil Badrun AR, SE, M.Si, tanpa siapa pun koran ini harus tetap terbit. Sebab Radar Sulteng bukan sekadar bisnis media melainkan sebuah komitmen untuk terus menjadi suara, mata, dan telinga publik dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan di daerah ini. (tim-litbang)

BERITA TERKAIT >

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI >

Seperempat Abad Radar Sulteng, Gelar Bakti Sosial di Dua Panti Asuhan

0
PALU, Radar Sulteng - Jajaran redaksi dan pimpinan perusahaan Harian Radar Sulteng menggelar bakti sosial di dua panti asuhan di Kota Palu, yakni Yayasan...

TERPOPULER >